7 Macam Keracunan yang dapat mempengaruhi Kesehatan Kita


7 Macam Keracunan yang dapat mempengaruhi Kesehatan Kita. Seperti kita ketahui bersama bahwa lingkungan dan dunia kita saat ini dipenuhi dengan berbagai macam hal yang dapat mempengaruhi kesehatan kita. Pernahkah Anda berpikir bahwa banyaknya penyakit yang baru bermunculan di sekeliling kita ini juga dipengaruhi oleh lingkungan kita yang tidak lagi bersih? Banyaknya polusi udara, air, makanan dan sebagainya membuat tubuh kita rentan terkena penyakit. Nah sekarang yuk kita belajar bersama apa saja sih macam racun yang bisa mempengaruhi kesehatan kita.

Ada 7 macam sumber keracunan yang dapat mempengaruhi kesehatan kita:
1. Keracunan logam berat
Unsur-Unsur yang digolongkan sebagai logam berat adalah mercuri, timah, antimon, nikel, kadmium, arsenik, uranium dan sejumlah logam lainnya. Contoh dari keracunan logam berat adalah semakin banyak anak-anak autis. Test rambut pada Anak Autis bisa mendeteksi adanya keracunan mercury pada tubuh anak tersebut.

keracunan logam berat

2. Keracunan Pencemar Organik yang Sukar Terurai
Racun ini disebut “sukar terurai” karena sifatnya yang cenderung “bertahan” di dalam tubuh dan sangat sulit dikeluarkan. Beberapa racun ini bahkan bisa terbawa hingga beberapa generasi, diturunkan dari ibu kepada anaknya saat masih berada di dalam kandungan. Sebagian besar racun turun temurun ini adalah insektisida yang digunakan secara luas pada 1950 hingga 1960 an. Meskipun zat-zat ini sudah tidak lagi diijinkan atau digunakan, dampaknya masih menyebabkan cacat lahir pada anak-anak dua generasi kemudian.

Pada 2000, WHO menggelar sebuah kongres di Afrika Selatan untuk membahas dampak 12 senyawa organik dan pencemar paling mematikan yang disebut “Dirty Dozen”. Zat-zat yang berbahaya yang disebut dirty dozen antara lain DDT, PCB, dioksin, klordan, furan dan sejumlah insektisida lain, yang telah terbukti menyebabkan banyak penyakit. Termasuk juga didalamnya adalah pernis, cairan pembersih dan produk yang tersimpan didalam kaleng semprot/aerosol, jadi berhati-hatilah ketika menggunakan produk kimiawi apapun.

3. Keracunan Infeksi Oportunistik
Keracunan ketiga adalah infeksi Oportunistik, yang meliputi infeksi bakteri, virus, parasit, jamur dan sejumlah mikroorganisme lainnya. Infeksi ini disebut oportunistik (perebut kesempatan) karena microorganisme ini memerlukan “kesempatan” untuk bisa berdiam didalam tubuh. Kesempatan itu adalah lingkungan yang mendukung mereka untuk bertahan hidup dan berkembang biak. Keracunan ini sebenarnya bergantung pada keracunan pertama dan kedua karena logam berat dan pencemar organik melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh lebih rentan terhadap serangan microorganisme seperti ini.

keracunan logam berat

Infeksi oportunistik adalah satu-satunya jenis keracunan yang telah ditangani dengan cukup baik oleh pengobatan modern melalui pemberian antibiotik, antivirus, antijamur dan sebagainya. Namun harus disadari bahwa para profesional kesehatan pun belum mengetahui mengapa dewasa ini kita menghadapi banyak sekali kuman penyakit yang tidak dijumpai di masa lalu. Tidak banyak orang yang mempertimbangkan keracunan pertama dan kedua sebagai penyebab merajalelanya infeksi oportunistik yang selanjutnya dibuat kebal terhadap obat akibat penggunaan antibiotik dan obat-obatan lain secara berlebihan.

4. Keracunan Energi
Tiga macam keracunan pertama yang baru kita bahas bisa diukur secara objektif. Namun empat macam sisanya ini akan sedikit tersamar. Keracunan energi mencakup semua gelombang berenergi tinggi yang dipancarkan dan memapar tubuh kita setiap hari. Dalam masyarakat modern, tubuh kita dibombardir oleh keracunan energi dari pancaran gelombang elektromagnetik yang berasal dari jaringan listrik, gelombang mikro (microwave), telepon seluler, sistem radar militer, televisi dan layar komputer. Kasus keracunan energi semakin banyak kita temui belakangan ini.

keracunan energi

Gelombang telepon seluler yang pancarannya mengenai diri kita adalah salah satu contoh keracunan energi. Dampak apa yang bisa ditimbulkan oleh telepon seluler dalam kaitannya dengan keracunan? Dr.George Carlo, seorang pengacara dan peneliti dari Science dan Public Policy Institute, melakukan penelitian tentang pancaran gelombang telopon seluler dan kanker pada 1980-an, jauh sebelum penggunaan telepon seluler menjamur dimana-mana seperti sekarang ini. Penelitian yang disponsori oleh pemerintah dan salah satu produsen telepon selular ini sebenarnya bertujuan membuktikan bahwa pancaran gelombang telepon seluler TIDAK MENYEBABKAN KANKER, tapi sayangnya hasil penelitian itu justru menunjukkan HASIL YANG SEBALIKNYA.

5. Keracunan Emosional/psikologis

Suatu ketika, setiap orang harus menjalani terapi di dalam hidupnya. Sebagian dari kita mungkin lebih memerlukannya daripada orang lain. Terapi itu seharusnya menjadi sebuah “kamp pelatihan emosional”, yang diperlukan oleh semua orang, selama terapi tersebut tidak diberikan dengan obat-obatan. Walaupun keluarga anda tampak selalu bahagia, orang-orang dewasa di dalam keluarga Anda akan selalu memiliki beban emosional. Perasaan negatif adalah salah satu bentuk stress oksidatif yg paling berbahaya dan dapat mempengaruhi kesehatan kita.

mencegah pikun

6. Keracunan makanan
Ini bukan tentang zat kimia atau zat tambahan didalam makanan kita sebab keduanya termasuk ke dalam bagian dari dua keracunan pertama. Keracunan yang dibahas di sini melibatkan rekayasa genetika dan iradiasi bahan makanan dan kaitannya dengan masalah kekebalan tubuh. Manipulasi bahan makanan dengan kedua cari ini masih relatif baru dan belum banyak dipelajari sehingga dampaknya terhadap manusia belum diketahui. Boleh jadi, hal itu akan membawa bencana di masa depan. Langkah yang paling mudah untuk menghindari keracunan ini adalah menghindari produk hasil rekayasa genetika dan produk yang diproses dengan teknik iradiasi.

7. Keracunan Spiritual
Keracunan spiritual adalah topik bahasan yang paling tidak disukai oleh kebanyakan orang karena menyentuh sisi kehidupan yang sangat peka dan pribadi. Saya menyadari bahwa semua agama didasari oleh dua komponen utama yaitu : (1). Saling mengasihi sesama manusia, (2). Menghormati Sang Pencipta. Kedua hal sederhana inilah yang sebetulnya mendasari keracunan ketujuh. Seseorang dikatakan keracunan spiritual jika ia merasa orang lain TIDAK BOLEH mempercayai sesuatu yang bertentangan dengan keyakinannya.

Seorang Filosof Timur yang terkenal dan pendiri Taoisme, Lao Tzu, mengatakan bahwa ketika masih bayi, kita halus dan lentur, seperti rumput yang melambai tertiup angin. Setelah semakin tua, kita menjadi keras, rapuh seperti alang-alang, dan mudah patah. Kelenturan menunjukkan kekuatan. Jika keyakinan Anda kepada Tuhan semakin kuat, Anda akan semakin lentur dan mudah menerima. Apapun keyakinan Anda, jagalah hal itu di dalam diri Anda.

Demikian Informasi mengenai 7 Macam Keracunan yang dapat mempengaruhi Kesehatan Kita. Semoga bermanfaat untuk Anda semua!!

Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera secara fisik, mental dan sosial yang lengkap, bukan sekedar tidak adanya penyakit atau kelemahan. – WHO