Benarkah Media Sosial dapat menimbulkan Depresi?


Waktunyahidupsehat.com – Benarkah Media Sosial dapat menimbulkan Depresi? Medsos atau media sosial sekarang ini bukan cuma saran pergaulan atau membangun relasi. Ambil saja contoh Facebook, instagram, Twitter, Snapchat dan lain sebagainya, kini kerap menjadi tempat pamer. Berbagai hal diposting tidak perduli apakah hal-hal tersebut seharusnya konsumsi pribadi atau privat. Bahkan terkadang kita menemukan seseorang yang mengupload sesuatu yang memberi kesan bahwa hidupnya sangat indah, penuh dengan cinta disekelilingnya, memajang foto-foto bahagia, mengumbar kata-kata penyemangat, atau selfie dengan senyum semringah.

Medsos dan depresi

Namun yang terlihat belum tentu sama dengan kenyataan. Para pengunggah sesuatu yang indah-indah bisa jadi sedang berada dalam kondisi sebaliknya, yaitu melawan depresi dan stress berat. “Kita tidak pernah tau apa yang sedang terjadi dengan si pengunggah gambar. Bisa jadi itu adalah upaya menutupi depresinya”, ujar komedian asal Inggris Juliette Burton, salah seorang yang pernah mengalami depresi akibat media sosial.

Menurut Jessica Winter, jurnalis sekaligus pengamat media sosial, medsos yang bersifat picture-sharing sering menjadi sumber sekaligus pencerminan depresi. Misalnya Instagram. Selain dijadikan saran untuk melampiaskan depresi, foto dan gambar itu ternyata bisa juga bikin depresi loh. Terlebih jika yang dilihat adalah foto liburan atau gaya hidup kelas atas. Itu adalah sumber kecemburuan sosial yang membuat seseorang lebih mudah depresi.

Selain depresi, gangguan kejiwaan lain bisa muncul dengan melihat berbagai unggahan di media sosial. Salah satunya adalah body-dysmorphia atau kelainan persepsi tentang tubuh. Misalnya saat melihat unggahan foto selebriti dengan tubuh yang dianggap sempurna. Orang tersebut lantas membandingkan dirinya dan menganggap tubuhnya tidak sempurna. Itu tentu saja merugikan kesehatan mental.

Agar kita tidak mengalami depresi akibat media sosial ini, para ahli menyarankan agar kita berhenti membandingkan hidup anda dengan orang lain. Ingatlah bahwa situasi dan kondisi pada setiap orang berbeda dan membandingkannya adalah hal yang sia-sia. Apa yang orang lain miliki belum tentu Anda miliki, demikian pula sebaliknya. Jadi cara terbaik dalam menggunakan media sosial adalah menggunakannya sebagai sarana hiburan dan jaringan informasi saja. Jangan hanya bergantung komunikasi lewat internet. Ingatlah bahwa manusia diciptakan untuk saling berinteraksi, bertatap muka karena dengan begitu kita bisa memahami apa yang sedang dipikirkan teman kita karena kita bisa tau bahasa tubuh mereka, gerak tubuh, ekspresi wajah dan banyak hal lain yang tidak didapat dengan komunikasi via internet.

Semoga informasi mengenai “Benarkan Media Sosial dapat menimbulkan Depresi?” ini berguna. “Share if you think it’s great information