Cara Pencegahan Pengentalan Darah


Cara Pencegahan Pengentalan DarahDarah adalah kehidupan, darah adalah cairan yang beredar dalam tubuh yang membawa nutrisi dan oksigen, serta mengatur suhu tubuh, membersihkan sampah tubuh dan melawan infeksi. Jadi menjaga darah yang sehat sama dengan menjaga kelangsungan hidup kita sendiri, karena tanpa darah kita akan mati. Di dalam darah ada sel darah merah, plasma darah, sel darah putih dan keping darah / platelet, dan semua ini komposisinya harus dijaga, tidak boleh berlebih ataupun kurang.

Darah

Contohnya sel darah merah jumlah nya tidak boleh terlalu sedikit, kalau terlalu sedikit berarti kita kurang darah sehingga membuat kita letih, lemah, lesu, loyo. Dan jika kelebihan dapat meningkatkan resiko pengentalan darah. Di dalam tubuh manusia ada sekitar 4-6 liter darah dengan ph 7.35 – 7.45. Ph ini harus dijaga yaitu tetap mengarah pada kondisi basa, tidak boleh dibawah 7 (asam) atau diatas 8. Darah itu berjalan melewati pembuluh darah sehingga pembuluh darahpun harus dijaga kesehatannya sehingga peredarah darah tetap lancar mengalirnya. Plasma darah harus juga dijaga agar bisa mengalir dengan baik.

Sekarang ini ada penyakit yang disebut Kekentalan darah atau sindrom darah kental yaitu serangkaian gejala yang muncul akibat kekentalan darah yang berlebihan. Akibat darah terlalu kental sehingga aliran darah ke seluruh tubuh menjadi tidak lancar. Akibatnya pasokan oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah ke sel-sel tubuh pun menjadi terhambat. Nah jika sel tidak tercukupi oksigen dan nutrisinya maka sel tersebut akan mati sehingga fungsi tubuh menjadi tidak optimal.

Gejala Kekentalan Darah :
1. Sakit Kepala, migrain, vertigo.
2. Kesemutan dan Kram
3. Hilang keseimbangan, limbung atau seperti orang mabuk, hal ini karena pasokan oksigen yang ke otak berkurang karena kekentalan darah.
4. Mudah Lupa / susah konsentrasi
5. Telinga berdengung / berdenging (tinitus), gangguan pendengaran dan ketulian
6. Air seni berwarna kemerahan – hal ini disebabkan karena robekan pada glumerolus/bocor saringan ginjal. Jika dibiarkan dapat merusak fungsi ginjal, yang mengakibatkan darah bercampur dengan urin sehingga menyebabkan air seni kita menjadi merah.
7. Pandangan kabur sampai kebutaan karena hambatan pada arteri di mata
8. Gangguan pada kulit, adanya bercak2 kebiruan pada kulit
9. Trombosis atau darah yang menggumpal bisa di vena atau arteri.

trombosis
Penumpukan lemak pada pembuluh darah kita bisa menjadi hal yang berbahaya, karena jika terlalu banyak penumpukan maka pembuluh darah bisa pecah maka ada keping darah yang menutupi yang akan menyumbat pembuluh darah. Jika sumbatannya lepas kemudian mengarah ke jantung maka akan terjadi serangan jantung. Jika ke otak maka akan terjadi stroke. Bisa juga menyumbat ke paru-paru sehingga menyebabkan nyeri dada atau napas pendek.

ibu hamil

Hal yang terkait dengan kekentalan darah adalah keguguran yang berulang pada ibu hamil. Mengentalnya darah bisa mengganggu sirkulasi nutrisi dan oksigen ke janin. Semakin kental darah ibu maka semakin tersumbat sirkulasinya sehingga janin menjadi gagal bertumbuh dan akhirnya mati. Gejala yang terjadi pada ibu hamil misalnya:
– merasa pusing
– mudah lelah
– sulit berkonsentrasi
– mudah mengantuk
– kesemutan.

Pada ibu hamil bisa melakukan pengecekan ACA (Anti Cordiolipin Antibody)
sindrom darah kental
Pengecekan ACA ini penting sekali karena sindrom darah kental ini artinya darahnya cepat membeku. Umumnya darah membeku 25-40 detik, pada penderita ACA darah membeku pada 25 detik atau disebut juga autoimun.

Apa yang menyebabkan darah menjadi kental ? Seberapa kental atau cair darah yang anda miliki dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain :
1. Sel Darah Merah. Sel darah merah berpengaruh langsung pada kekentalan darah. Semakin banyak darah merah maka semakin kental darah Anda.
2. Kadar lemak darah. Semakin banyak lemak dalam darah anda maka akan semakin kental darah anda.
3. Peradangan kronis pada tubuh, akibat kebiasaan merokok, diabetes maupun penyakit kronis lainnya.

aliran darah

Darah yang kental berkaitan dengan kelancaran aliran darah, semakin kental darah seseorang, semakin lambat aliran darah yang bergerak.

Diagnosa untuk pengenalan darah dapat dilakukan dengan cara :
1. Tes Darah untuk mengukur sel darah merah, sel darah putih dan trombosit dalam darah seseorang
2. Tes PT atau test PTT, untuk mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai terbentuk penggumpalan darah.
3. Tes Pemeriksaan Gen, untuk mengukur mutasi gen yang dapat menyebabkan pembekuan darah yang berlebihan, tingkat antibodi anti fosfolipid yang berhubungan dengan sindrom, serta tingkat homocystein

test darah

Apa yang harus dilakukan untuk Pencegahan Kekentalan Darah, antara lain :
1. Cukup Minum Air Putih
2. Hindari minuman beralkohol
3. Hentikan merokok
4. Banyak bergerak atau berolahraga
5. Kurangi Gula, kolesterol dan makanan berlemak lainnya
6. Kendalikan stress
7. Kurangi paparan toxin / radikal bebas

Supplemen yang bisa dipakai untuk membantu mencegah kekentalan darah yaitu :

garlicProargy
Demikianlah penjelasan mengenai Cara Pencegahan Pengentalan Darah, semoga bermanfaat !!