Cokelat Bisa Menurunkan Resiko Stroke dan Serangan Jantung


Cokelat Bisa Menurunkan Resiko Stroke dan Serangan Jantung. Siapa sih yang tak kenal cokelat? Makanan yang satu ini memang sangat lezat dan manis, tak heran jika cokelat banyak digemari oleh hampir semua lapisan masyarakat. Namun di samping kelezatan cokelat, ternyata makanan ini memiliki banyak sekali manfaatnya, yaitu salah satunya untuk membangkitkan mood atau moodbooster. Selain itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan 10 tahun lamanya menyimpulkan bahwa makanan cokelat ini bisa membantu untuk menurunkan terjadinya risiko berbagai macam penyakit kronis dan berbahaya, seperti stroke dan serangan jantung.

Cokelat Bisa Menurunkan Resiko Stroke dan Serangan Jantung

Penelitian dengan pimpinan professor Phyo Myint di University of Aberdeen, Skotlandia sendiri menyatakan bahwa dengan mengonsumsi cokelat sebanyak 100 gram per harinya bisa menutunkan terjadinya risiko stroke dan serangan jantung. Bahkan penelitian yang sudah diterbitkan oleh Journal Heart yang satu ini telah mengambil data kuesioner dari sebanyak 21.000 orang dewasa tentang gaya hidup yang mereka jalankan. Lalu kesehatan mereka pun dipantau selama 11 tahun lebih.

Sesuai pengamatan tersebut, mereka rata-rata telah mengonsumsi cokelat hingga 7 gram tiap harinya. Untuk mereka yang benar-benar rutin mengonsumsi makanan cokelat ini, mempunyai risiko sebanyak 11% lebih rendah mengalami penyakit jantung, sedangkan 25% mengalami penurunan terhadap risiko kematian, dan 23% sendiri mengalami penurunan terjadinya stroke. Menurut professor Myint sendiri, berdasarkan penelitian tersebut timnya menyimpulkan bahwa dengan bukti kumulatif telah menunjukkan asupan makanan cokelat yang lebih tinggi dihubungkan dengan semakin rendahnya risiko mengalami penyakit kardiovaskular suatu saat nanti.

coklat menurunkan resiko stroke

Makan cokelat lebih banyak juga dihubungkan dengan tambahan energi lebih tinggi, menekan risiko terjadinya penyakit jantung dan pencegahan hipertensi. Walaupun begitu, Anda tetap harus waspada sebab tak dapat di pungkiri jika cokelat bisa berpotensi membuat berat badan menjadi lebih meningkat, hal ini juga tentu bisa mempengaruhi kinerja jantung karena obesitas biasanya rentan sekali mengalami risiko penyakit jantung.

Selain itu, penelitian tersebut bersifat lebih observasinal, di mana tak bisa menunjukkan sebuah kaitan sebab akibat, tetapi hanya berdasarkan sebuah asosiasi lebih mendalam. Untuk itu, bagi Anda yang mempunyai masalah penyakit kardiovaskular harus menjalankan program diet sehat serta mengonsumsi cokelat pada jumlah lebih sedikit. Di tambah lagi, milk chocolate sendiri umumnya dianggap tidak sehat jika dibandingkan dengan jenis dark chocolate. Jadi, meskipun cokelat merupakan makanan yang sehat untuk jantung tapi perlu diketahui jenis dan jumlah asupan yang harus dikonsumsi.

Di beberapa penelitian sendiri yang menunjukkan bahwa dark chocolate dinilai lebih memberikan keuntungan, hal ini disebabkan karena tingkat padatan pada biji cokelat lebih tinggi. Selain itu, cokelat memiliki kandungan sebanyak 300 bahan kimia berbeda-beda, akan tetapi mencoba mengisolasi sejumlah bahan kimia paling efektif hingga saat ini masih gagal. Mengonsumsi cokelat memang bisa melepaskan hormon endorfin pada otak yang imbasnya dapat memperbaiki tingkat kualitas hidup pada seseorang.

Deskripsi: Cokelat bisa menurunkan resiko stroke dan serangan jantung pada seseorang. Berdasarkan penelitian konsumsi cokelat bisa melepaskan endorfin pada otak dan menyehatkan jantung.

Testimoni Bp.Tanwin, 45th yang batal operasi jantung karena konsumsi Proargy-9+