Gangguan Tidur dan Hubungannya dengan Penyakit Jantung


waktunyahidupsehat.com – Gangguan Tidur dan Hubungannya dengan Penyakit Jantung.  Terlalu sedikit atau terlalu banyak tidur sudah bisa dikatakan sebagai gangguan tidur / sleep disorder dapat menyebabkan resiko terkena penyakit jantung. Seperti telah kita pahami bahwa tidur singkat biasanya didefinisikan sebagai tidur selama kurang dari tujuh jam per malam, sedangkan tidur panjang biasanya didefinisikan sebagai tidur lebih dari sembilan jam per malam dan gangguan tidur ini dapat meningkatkan beberapa faktor resiko kardiovaskular, tetapi kita tidak tahu apakah meningkatkan kualitas tidur mengurangi faktor-faktor resiko tersebut, ungkap Marie Pierre St-Onge seorang profesor kedokteran gizi di Universitas Columbia di New York dalam siaran berita dari asosiasi jantung.

gangguan tidur dan hubungannya dengan penyakit jantung

Banyak penelitian berfokus pada insomnia. Insomnia didefinisikan sebagai kesulitan tidur selama setidaknya tiga hari seminggu selama tiga bulan atau lebih. Fokus lain dari penelitian oleh asosiasi jantung adalah pada OSA (Obstructive Sleep Apnea). OSA adalah gangguan pernafasan saat tidur, dimana terjadi sumbatan jalan napas baik total maupun sebagian. Usaha napas masih ada dan seringkali meningkat. Sumbatan ini seringkali diselingi oleh momen bebasnya jalan napas dan siklus ini dapat berulang hingga 100 kali selama tidur. Peristiwa ini disebut sebagai “mengorok”. Penyebab dari peristiwa ini adalah menurunnya fungsi otot yang bertanggung jawab untuk membuka jalan napas saat tidur, oleh karena ketidakseimbangan rangsang saraf pusat yang mengatur pola napas saat tidur. Kondisi ini diperberat oleh posisi tidur terlentang yang membuat jatuhnya rahang dan lidah menutupi saluran napas saat tidur, obat tidur dan konsumsi alkohol.

Beberapa penyakit jantung yang sering dikaitkan dengan OSA adalah hipertensi, jantung koroner, gagal jantung, gangguan irama jantung dan stroke. Dan harus kita pahami bahwa tidak mudah mendeteksi OSA. Selain mendengkur, ada beberapa gejala seperti rasa kantuk di siang hari yang berlebihan. Rasa kantuk bisa menyerang saat melakukan kegiatan seperti membaca, menulis dan menyetir. Terkadang pasien juga merasa seperti tercekik dan terbangun tiba-tiba di malam hari dan merasa sesak napas.

 “Pasien perlu menyadari bahwa tidur yang cukup itu penting, seperti aktif secara fisik dan makan diet seimbang kaya buah-buahan, sayuran, biji-bijian, daging tanpa lemak dan ikan adalah penting untuk kesehatan jantung,” katanya. “Tidur adalah jenis lain dari amunisi yang kita dapat pakai untuk meningkatkan kesehatan,” saran St-Onge.
Demikian informasi mengenai Gangguan Tidur dan Hubungannya dengan Penyakit Jantung, semoga bermanfaat