Ingin tetap cantik, hati-hati pilih injeksi anti-aging


Ingin tetap cantik, hati-hati pilih injeksi anti-aging. Menjadi tua itu pasti, tapi setiap wanita (dan juga laki-laki) tentu ingin agar kulit wajahnya tetap kencang sehingga selalu awet muda. Nah salah satu cara yang paling mudah dan banyak dipilih adalah injeksi botox. Namun jika tidak hati-hati, suntik botox bisa mengakibatkan pada kebutaan loh. Apa sih botox itu ? Botox adalah nama lain dari Botullinum Toxin A yaitu protein yang diekstraksi dari bakteri Clostridium Botullinum. Proses pemulihan protein dari bakteri ini sama dengan proses pemurnian protein pada antibiotika lainnya. Botox lebih tepat dikatakan obat bukan kosmetik. Penggunaan Botox untuk tujuan pengobatan telah disahkan oleh FDA Amerika (FOOD AND DRUG ADMINISTRATION) pada tahun 1980.

hati-hati pilih injeksi anti aging

Pilihan suntik botox bisa mengakibatkan kebutaan, contoh yang terjadi pada perempuan asal Leeds, Inggris, Meiska Mamajeski, perempuan 35 tahun ini mengalami kebutaan setealh injeksi anti kerutnya salah disuntikkan. Bukannya jadi lebih muda dan cantik, Meiska harus merelakan mata kirinya tidak bisa melihat lagi. Mengerikan yach…

Treatment ini masih banyak dipakai oleh banyak orang, dan ternyata dari data World Congress of Dermatology menyebutkan, ada sekitar 100 orang di dunia yang mengalami kebutaan karena perawatan kosmetik. Dan angka ini bisa bertambah lagi. Kasus Mamajeski hanya satu dari sekian banyak kasus lain yang tidak terekspos.

Suntik anti aging memang banyak macamnya. Untuk menghilangkan kerut di sekitar wajah dan mata, disarankan suntik botox. Botox mempunyai efek melemaskan otot. Prinsipnya didalam kerutan pada wajah, ada tarikan otot. Botox bekerja melemaskan tarikan otot tersebut. Akibatnya ujing lain dari otot akan menjadi kuat. Ujung otot yang kuat itulah yang akan menarik ujung otot yang lemas, sehingga kerutan menjadi hilang.

Ada beberapa batasan yang harus dipatuhi jika ingin melakukan injeksi botox. Misalnya botox tidak boleh disuntikkan terlalu dalam, juga dokter harus memperhatikan letak saraf dan pembuluh darah. Ketika botox disuntikkan di pelipis untuk menghilangkan kerutan di sekitar area mata, tentu saraf disitu yang kena efeknya sehingga hal ini bisa mengakibatkan kebutaan.

Perawatan kecantikan yang berhubungan dengan injeksi memang seharusnya dilakukan oleh orang-orang yang kompeten. Jika dilakukan oleh dokter ahli, efek terjelek adalah hasil yang tidak simetris. Hasil asimetris sebenarnya tidak berbahaya. Karena efek botox yang tidak permaen, perawatan botox harus selalu diulang. Jadi jika ada salah pada perawatan yang lalu, maka perawatan tersebut bisa diulang.

Sebenarnya tanpa suntik botox ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk perawatan wajah agar tampak lebih muda. Contohnya, krim-krim yang dapat meremajakan kulit (rejuvenation) dan serum vitamin C yang bisa dioleskan pada wajah. Bisa juga menggunakan masker spirulina dan klorofil yang dapat menghasilkan kekencangan sempurna pada wajah anda. Memang butuh waktu lebih lama untuk mendapatkan hasil yang diinginkan karena tidak seinstan tindakan dengan injeksi.

hati-hati pilih injeksi anti aging

Menjadi tua bukan hal yang menakutkan. Alangkah bagusnya jika menjadi cantik dan sehat. Pengaturan pola makan dan olahraga, sudah lebih dari cukup untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima.