Inilah bahaya Obesitas pada Anak-anak


Inilah bahaya Obesitas pada Anak-anak. Seringkali kita senang melihat anak-anak yang gemuk menggemaskan, rasanya tangan ini ingin sekali mencubit pipi mereka. Tapi tahukah Anda bahaya kegemukan pada anak-anak? Tekanan darah tinggi pada anak-anak dengan kelebihan berat badan dikaitkan dengan stigma pengerasan arteri mereka, menempatkan mereka pada risiko serangan jantung dan stroke yang lebih besar nantinya.

obesitas anak

Serangan jantung bisa berlangsung puluhan tahun dalam pembuatannya, dengan sebuah studi baru yang menghubungkan tekanan darah tinggi pada anak-anak yang obesitas sampai pada pengerasan arteri mereka di kemudian hari.

Sebuah studi jangka panjang yang diikuti ratusan anak berusia 11-19 tahun di Finlandia selama 27 tahun dan menunjukkan faktor risiko penyakit kardiovaskular, seperti obesitas; tekanan darah tinggi; Kolesterol tinggi dan resistensi insulin pada masa kanak-kanak dan remaja dikaitkan dengan distensibilitas arteri – atau kekakuan arteri.

Elastisitas arteri peserta diukur dengan ultrasonografi.

serangan jantung

Distensibilitas arteri berarti jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah beroksigen melalui tubuh. Hal ini terkait dengan “endpoint” penyakit kardiovaskular, seperti stroke dan serangan jantung.

Profesor ahli jantung Profesor Garry Jennings AO, kepala Yayasan Jantung mengatakan penelitian tersebut menambahkan bukti yang muncul yang menunjukkan apa yang kemudian terjadi pada tingkat tertentu di masa kanak-kanak.

“Anak-anak tidak terkena serangan jantung, ini bukan masalah pada saat itu, hanya saja hal itu membuat Anda mengalami kesulitan di kemudian hari,” kata Prof Jennings kepada AAP.

“Serangan jantung tidak hanya muncul pada usia 35, 45 atau 65, mereka sudah puluhan tahun dalam pembuatannya.”

“Ini hanya pertanyaan tentang seberapa jauh Anda kembali, hanya dalam beberapa tahun terakhir, sebuah sains baru yang disebut epigenetika menunjukkan bahwa bahkan pengalaman di dalam rahim atau kehidupan yang sangat dini dapat memprogram beberapa faktor risiko ini di kemudian hari,” kata Prof Jennings .

“Dan itulah yang cenderung disarankan oleh penelitian ini.”

Kabar baiknya adalah bahwa tidak ada kata terlambat untuk menerapkan gaya hidup sehat.

“Kami juga tahu bahwa pada usia berapapun gaya hidup sehat dengan aktivitas fisik dan nutrisi yang baik dan memiliki faktor risiko yang dikelola dengan baik dapat mengembalikan risiko ke tempat semula,” kata Prof Jennings.

Penelitian ini dilakukan di Pusat Penelitian Terapan dan Pengobatan Kardiovaskular Pencegahan di Universitas Turku, Finlandia dan dipublikasikan dalam jurnal Hypertension.

So moms, masih senang punya anak gemuk? yuk mulai batasi makanan mereka untuk mencegah resiko penyakit di kemudian hari. Semoga artikel “Inilah bahaya Obesitas pada Anak-anak” ini bermanfaat !!