Lebih Jeli Deteksi Penyakit Tifus


Lebih Jeli Deteksi Penyakit Tifus. Kita semua tentu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya penyakit tifus. Penyakit ini merupakan penyakit endemis, yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus salmonella dan datang tidak mengenal musim. Selain itu penyakit tifus ini bisa menular, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah dengan sanitasi yang kurang bagus.

deteksi dini penyakit tifus

Gejala tifus sering kali menyerupai beberapa penyakit lain, seperti influenza sehingga menyebabkan ketidaktepatan diagnosis. Terkadang orang yang hanya panas dua hari sudah disebut tifus, sehingga hal ini menimbulkan ketidaktepatan diagnosis. Untuk mengenai kebenaran penyakit tifus ini ada beberapa cara. Tes yang paling populer digunakan adalah tes Widal. Tetapi tes ini belum tentu efektif, kadang widalnya positif tetapi ternyata tidak terjangkit tipus.

Tes Widal merupakan cara untuk mendeteksi kekebalan tubuh terhadap virus salmonella. Caranya dengan mengambil sel darah pada pasien kemudian dilakukan serangkaian uji laboratorium. Jika hasil widal negatif, pasien belum tentu tidak terkena tifus, ada kemungkinan widal sudah tidak akurat untuk mendeteksi tifus. Sebaliknya hasil test widal yang positif tidak selalu berarti pasien menderita tifus. Karena orang-orang yang pernah menjalani vaksinasi tifoid dan memiliki riwayat tifus berpeluang mendapat hasil widal positif, meskipun dia tidak terkena sakit tifus.

Selain itu orang yang menderita demam berdarah bisa menunjukkan hasil yang menyerupai tifus, akibatnya sering salah diagnosa pasien sakit demam berdarah sekaligus tifus. Padahal hal itu tidak mungkin terjadi.

Dampak dari kesalahan diagnosis bisa beraneka ragam. Pemberian antibiotik kepada pasien yang sebenarnya tidak memerlukannya akan meningkatkan kekebalan tubuh. Dikhawatirkan jika terkena penyakit yang sama, maka tubuh harus diberi obat dengan dosis yang lebih tinggi. Penggunaan antibiotik haruslah terhadap mereka yang terinfeksi bakteri atau virus. Jika sedikit sakit saja sudah diberi antibiotik, maka tubuh akan kebal.

Ada satu pemeriksaan yang sangat efektif yaitu TUBEX. Pemeriksaan darah dengan cara ini lebih sensitif dibandingkan test Widal, tapi biayanya jauh lebih mahal. Dengan deteksi dini secara tepat, pengobatan bisa tepat dan efektif pula.  Umumnya tifus akan sembuh pada jangka waktu 7-10 hari. Tetapi untuk pasien yang terkena virus lebih baik beristirahat total dan menjaga makanan. Untuk sementara bisa mengonsumsi makanan yang halus sehingga bisa menjaga pencernaan.

Jika tifus tidak parah, penderita bisa dirawat di rumah. Namun mereka yang sudah muntah dan mengalami nyeri perut disarankan menjalani rawat inap. Yang membuat virus ini berbahaya adalah luka di usus. Salmonella di usus mengakibatkan usus tipis.

Gejala tifus umumnya mulai muncul pada 1-3 minggu setelah tubuh terinfeksi, dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Demam tinggi yang dapat mencapai 39°C-40°C
  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Diare atau konstipasi

Demikian penjelasan mengenai penyakit tifus, semoga berguna..