Masuk Angin, Alarm Tubuh agar Beristirahat


Masuk Angin, Alarm Tubuh agar Beristirahat. Ketika badan tidak fit, banyak yang mengatakan sedang masuk angin. Padahal jenis penyakit tersebut tidak ada dalam kamus kedokteran atau medis. Perlu dicermati, sebab gejala yang di klaim sebagai masuk angin, bisa jadi penyakit lain.

Umumnya masuk angin diartikan sebagai gangguan kesehatan. Gejalanya beragam, mulai demam, pusing, batuk ringan, nyeri di beberapa bagian tubuh, hingga kepala pusing. Gejala lainnya adalah perut kembung, mual, sulit bersendawa atau sering buang angin.

kenali alarm tubuh

Angin atau udara dari luar masuk ke tubuh dan terjebak di dalam, misalnya di perut atau badan. Lantas angin yang masuk itu kerap dikatakan menjadi penyebab tubuh terasa tidak enak. Padahal setiap hari udara masuk ke dalam tubuh kita. Jika tidak ada udara yang masuk, mustahil kita dapat bernafas.

Gejala yang dirasakan saat masuk angin antara lain demam atau badan menggigil. Demam bisa berarti bahwa tubuh kita terkena common cold atau pilek. Pilek tidak disebabkan angin dalam tubuh, tetapi rhinovirus. Virus itu menyerang saluran pernafasan dan tenggorokan. Akibatnya hidung sering berair, bersin dan tenggorokan kering. Virus ini juga menyebar ke seluruh tubuh sehingga mengakibatkan nyeri ringan dan suhu tubuh meningkat. Itulah yang membuat anda menjadi tidak nyaman dan merasa kurang fit.

Rasa demam atau nyeri bisa juga merupakan gejala influenze. Berbeda dari pilek, influenza lebih berat. Demam yang dirasakan jauh lebih tinggi, disertai nyeri yang lebih intens. Rasa lelah pun lebih berat, jadi dibutuhkan istirahat total atau bahkan penanganan khusus.

Lalu bagaimana gejala di perut? Umumnya perut akan terasa seperti terisi gas atau udara. Sensasi kembung atau sebah itu dipicu adanya gas dan asam dalam lambung. Gas bisa berasal dari makanan atau minuman yang dikonsumsi. Bisa juga terjadi karena efek dari asam lambung. Asam lambung tetap diproduksi, bahkan ketika perut kosong. Itulah yang mengakibatkan rasa mual dan kembung. Hal itu yang melahirkan mitos bahwa masuk angin bisa mengakibatkan mual dan kembung, padahal hal itu terjadi karena perut kita belum diisi atau belum makan apapun.

masuk angin

Angin yang dingin juga bisa menjadi penyebabnya. Dalam kondisi tubuh tidak fit, udara dingin membuat tubuh lebih mudah terjangkit virus. Pembuluh darah di tubuh juga menyempit. Penyempitan ini mempengaruhi gerakan peristaltik di lambung atau pencernaan. Akibatnya akan muncul sensasi kembung atau sebah.

Berikut ini adalah gejala yang sering dikira sebagai masuk angin padahal penyakit lain :

  1. Pilek. Gejala : demam ringan, hidung berair, sakit kepala ringan dan bersin-bersin. Rasa nyeri dan lelah dengan intensitas ringan. Bisa sembuh secara otomatis dengan mengkonsumsi obat untuk mengurangi efek.
  2. Flu/Influenza. Gejala : demam lebih berat, menggigil, kadang disertai batuk, dan sakit kepala berat. Rasa nyeri dan lelah dengan intensitas berat. Perlu penanganan ahli dan konsumsi obat.
  3. Gangguan Pencernaan. Gejala : Kembung, sebah, mual dan buang angin tidak terkontrol. Rasa nyeri terjadi disekitar perut dengan intensitas ringan hingga berat. Konsumsi obat dengan kandungan DMPS atau antasida. Hubungi dokter jika gejala semakin parah.

Apakah Anda suka dengan Postingan ini? Like & Share ya guys…terimakasih 🙂